
Menjadi sekolah yang berada di Jawa Timur, khususnya di kecamatan Kampak kabupaten Trenggalek yang merupakan daerah padat penduduk akan tetapi rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor, SMP Negeri 1 Kampak memandang perlu untuk menjadi pusat pembelajaran masyarakat khususnya anak usia sekolah untuk menjadi masyarakat yang siap dan tanggap akan bencana. Bekerjasama dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) kabupaten Trenggalek, pada tanggal 27 Agustus 2018, SMP Negeri 1 Kampak menyelenggarakan sosialisasi Sekolah Peduli Bencana yang bertempat di gedung serbaguna desa Bendoagung. Sosialisasi ini merupakan langkah awal bagi sekolah untuk bersinergi dengan pemerintah guna menyiapkan Spensakam menjadi sekolah aman bencana. (baca selengkapnya)

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Kecamatan Kampak merupakan daerah yang terdiri dari dataran rendah dan kebanyakan dataran tinggi (pegunungan) dimana banyak terdapat sungai dan lereng-lereng curam di sekitar hunian masyarakat. Bahkan, sungai terbesar yang ada di kecamatan ini melintas tepat di samping sekolah. Bencana yang paling sering terjadi adalah banjir, tanah longsor, kekeringan, dan gempa bumi. Memperhatikan keadaan geografis yang seperti itu maka sekolah perlu disiapkan untuk tanggap akan bencana sehingga jika sewaktu waktu terjadi bencana ketika siswa berada di sekolah, korban jiwa maupun korban materi bisa diminimalisir.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, sekolah bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepada guru dan siswa tentang bagaimana menciptakan sekolah aman bencana. Ibu Pinky Hidayati, S.PSI., M.PSI. Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur mengatakan ada tiga pilar dalam menciptakan sekolah aman bencana yaitu (1) Fasilitas sekolah aman, (2) Manajemen bencana di sekolah, dan (3) Pendidikan pencegahan dan pengurangan resiko bencana. Pemerintah, masyarakat dan badan usaha juga memiliki kewajiban untuk mencegah, menanggulangi dan mengatasi bencana. Tiga komponen tersebut merupakan lambang dari segi tiga yang menjadi logo dari BPBD.
Kedepannya akan ada tindak lanjut yang dilakukan di sekolah seperti pembuatan evacuation map, school safety rule dan pendidikan berkelanjutan kepada siswa, guru dan karyawan SMPN 1 Kampak. Kegiatan positif ini tentunya diharapkan bisa menjadi pionir sekolah aman bencana dan mampu menghasilkan siswa siwa yang tanggap dan tangguh dalam menghadapi bencana.



